Friday, June 5, 2015

yor laf

lagi buka buka folder im writing, pas gue liat-liat kayaknya banyak judul cerpen yang gue gak tau ceritanya gimana, sampai gue penasaran sama cerepn gue yang judulnya 'your love' gue kok jadi kayak kapan gue nulis ini cerpen haha saking udah lama nya gak bikin cerita sama re read cerita jadi suka lupa sama cerita sendiri, dan idk why pengen gue share aja di blog, dan ya nama-nama nya gue ganti karena......wkwk yaudah gue pake nama pemain SC aja deh heheh

this is

your

love

**


                Zefa berjalan di koridor sekolahnya, ia tak fokus dengan jalannya, tapi yang ia fikirkan, bagaimana bisa ia berpacaran dengan Leon yang sangat cuek dan dingin itu. ia memang dari dulu sudah mengagumi Leon, dan betapa senangnya hal itu menjadi kenyataan sejak seminggu lalu. Tapi tak ia sangka, belum ada kasih sayang yang Leon berikan, belum ada sikap manis yang Leon berikan padanya, menghampirinya saat jam istirahat aja hanya sekali dan itupun karna Zefa yang memintanya, begitupun perhatian kecil yang belum Zefa dapatkan dari sosok Leon.

BRUKK

                Zefa menabrak seseorang, seorang gadis. Ah ternyata sahabatnya, Elma. Elma sangat tidak suka dengan hubungan Zefa dan Leon, karena sikap Leon yang membuat Zefa seperti sekarang ini. Sering melamun, meninggalkan pelajaran, dan sering menyendiri karna memikirkan Leon.
                Zefa tersenyum pada Elma lalu meninggalkannya.

**

                Leon duduk di kantin, arah pandangnya tertuju pada gadis yang sedang jalan sendirian di sisi lapangan. Ia bertopang dagu sambil berfikir. Apa yang harus ia lakukan untuk membahagiakan gadis itu, ia terlalu takut. Takut kehilangan gadis itu, gadis pertama yang ia miliki. Tak tau bagaimana caranya memberi perhatian pada gadis itu, Zefa. Ia ingin dengan caranya sendiri untuk menyayangi Zefa.

**

                Malam harinya, Zefa duduk sendirian di halaman depan rumahnya. Leon Leon dan Leon. Apa Leon tak benar-benar serius dengan hubungannya ini? Mengapa ia terlalu berharap Leon serius dengan hubungannya? Harusnya dari awal tak seharusnya ia memiliki perasaan ini, cintanya bertepuk sebelah tangan. Bagaimana rasanya terikat dalam sebuah hubungan tanpa ada perhatian dari satu pihaknya? Sepertinya lebih nyesek daripada sms dibalas dengan “oh”
                Tak terasa airmatanya mengalir, ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Sampai sebuah tangan merangkul tubuhnya dan mendekapnya kedalam pelukan. Zefa menoleh, bukan seseorang yang ia harapkan. Tapi Zefa balas memeluk orang itu, Revan, sahabat Leon. Kenapa ia malah memeluk Revan yang dari dulu ingin merebut hatinya sedangkan yang ia butuhkan sekarang adalah kekasihnya.
                Apakah ia salah? Ia membutuhkan sebuah pelukan, walau bukan dari orang yang diharapkannya.


**

                Masih dengan seragam sekolahnya, Zefa berjalan sendirian pulang sekolah di daerah yang cukup sepi, hanya sesekali kendaraan lewat. Sampai ada tangan yang memeluk dirinya dari belakang dan menopangkan dagu du bahu Zefa.

“jangan pernah berfikir aku gak sayang sama kamu, jangan pernah berfikir aku gak serius sama hubungan kita. Aku Cuma bingung gimana caranya untuk nyayangin dan ngasih perhatian ke kamu. Karena kamu yang pertama dan akan menjadi yang terakhir. Kamu Cuma untuk aku, aku gak suka liat kamu sama laki-laki lain, apalagi peluk-pelukan di malam hari. Aku cemburu. Aku sangat mencintaimu”
                Ya, kemarin malam Leon memang ingin mengunjungi Zefa, tapi ia kalah cepat dengan Revan sahabatnya yang sudah lebuh dulu berada di samping Zefa.
                Zefa  masih menutup matanya merasakan pelukan Leon dan kalimat-kalimat Leon, perlahan airmatanya jatuh. Dengan cepat ia berbalik dan memeluk Leon erat.


“don’t ever leave me alone, I love you too”

No comments:

Post a Comment