this is
your
love
**
Zefa berjalan di koridor
sekolahnya, ia tak fokus dengan jalannya, tapi yang ia fikirkan, bagaimana bisa
ia berpacaran dengan Leon yang sangat cuek dan dingin itu. ia memang dari dulu sudah
mengagumi Leon, dan betapa senangnya hal itu menjadi kenyataan sejak seminggu
lalu. Tapi tak ia sangka, belum ada kasih sayang yang Leon berikan, belum ada
sikap manis yang Leon berikan padanya, menghampirinya saat jam istirahat aja hanya sekali
dan itupun karna Zefa yang memintanya, begitupun perhatian kecil yang belum Zefa dapatkan dari sosok Leon.
BRUKK
Zefa menabrak seseorang,
seorang gadis. Ah ternyata sahabatnya, Elma. Elma sangat tidak suka dengan hubungan Zefa dan Leon, karena sikap Leon yang membuat Zefa seperti sekarang ini. Sering melamun,
meninggalkan pelajaran, dan sering menyendiri karna memikirkan Leon.
Zefa tersenyum pada Elma lalu meninggalkannya.
**
Leon duduk di kantin, arah
pandangnya tertuju pada gadis yang sedang jalan sendirian di sisi lapangan. Ia
bertopang dagu sambil berfikir. Apa yang harus ia lakukan untuk membahagiakan
gadis itu, ia terlalu takut. Takut kehilangan gadis itu, gadis pertama yang ia
miliki. Tak tau bagaimana caranya memberi perhatian pada gadis itu, Zefa. Ia ingin dengan
caranya sendiri untuk menyayangi Zefa.
**
Malam
harinya, Zefa
duduk sendirian di halaman depan rumahnya. Leon Leon
dan Leon. Apa
Leon tak
benar-benar serius dengan hubungannya ini? Mengapa ia terlalu berharap Leon serius dengan
hubungannya? Harusnya dari awal tak seharusnya ia memiliki perasaan ini, cintanya
bertepuk sebelah tangan. Bagaimana rasanya terikat dalam sebuah hubungan tanpa
ada perhatian dari satu pihaknya? Sepertinya lebih nyesek daripada sms dibalas
dengan “oh”
Tak
terasa airmatanya mengalir, ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Sampai
sebuah tangan merangkul tubuhnya dan mendekapnya kedalam pelukan. Zefa menoleh, bukan
seseorang yang ia harapkan. Tapi Zefa balas memeluk orang itu, Revan, sahabat Leon. Kenapa ia malah memeluk Revan yang dari dulu ingin
merebut hatinya sedangkan yang ia butuhkan sekarang adalah kekasihnya.
Apakah
ia salah? Ia membutuhkan sebuah pelukan, walau bukan dari orang yang
diharapkannya.
**
Masih
dengan seragam sekolahnya, Zefa berjalan sendirian pulang sekolah di daerah yang cukup sepi, hanya
sesekali kendaraan lewat. Sampai ada tangan yang memeluk dirinya dari belakang
dan menopangkan dagu du bahu Zefa.
“jangan pernah berfikir aku gak sayang sama
kamu, jangan pernah berfikir aku gak serius sama hubungan kita. Aku Cuma
bingung gimana caranya untuk nyayangin dan ngasih perhatian ke kamu. Karena
kamu yang pertama dan akan menjadi yang terakhir. Kamu Cuma untuk aku, aku gak
suka liat kamu sama laki-laki lain, apalagi peluk-pelukan di malam hari. Aku
cemburu. Aku sangat mencintaimu”
Ya,
kemarin malam Leon memang ingin mengunjungi Zefa, tapi ia kalah cepat dengan Revan sahabatnya yang
sudah lebuh dulu berada di samping Zefa.
Zefa masih menutup matanya merasakan pelukan Leon dan kalimat-kalimat Leon, perlahan airmatanya
jatuh. Dengan cepat ia berbalik dan memeluk Leon erat.
“don’t ever leave me alone, I love you too”
No comments:
Post a Comment