Awalnya memang ingin seperti dulu, pengen dia tau kalau gue suka sama dia, dan gue berfikir 'pasti dia tau gue suka sama dia', tapi lama lama kok aku takut ya? Takut kalo dia 'jelas' tau gue suka sama dia?
Hmm...
Gue nya sih..
Kenapa sih gue selalu melakukan hal yang membuat dia yakin kalau gue suka sama dia? Apa karna Arian itu selalu melakukan strong code?-_- apa untuk ukuran wanita gue terlalu agresif? Kayaknya engga deh, gue hanya melakukan tindakan yang gue mau dan untuk menyenangkan diri gue dengan dia.
Bersifat seolah biasa aja atau tidak terjadi apa apa sih bisa aja, tapi perasaannya yang gak karuan pas dia lagi dekat gue. Kan sering gue kehilangan moment sama dia cuma gara gara grogi, walaupun udah sering di plan nanti kalo ketemu dia harus gini gini gini, tapi apa daya realita tak sesuai ekspektasi:---)
• "Pernah gak sih merasa takut dia ilfil sama sikap lo yang agresif?"
Selama dia goodrespon sama gua dan biasa aja (walaupun gatau aslinya) ya gue akan terus bertindak sesui keinginan gue, karna gue selalu menerapkan "lakukan apa yang hati kecilmu katakan" emang bahasa klasik tapi selalu gue terapkan, tapi tetep mikir mikir dulu sih sebelum bertindak (untuk dia).
Emang benar kata pa Agus guru agama gue, cinta di masa SMA itu feels like he's the only one, ga ada yang lain selain dia. Makanya gue selalu meyakinkan dan bilang pada diri sendiri kalau 'gaperlu jadi pacarnya, begini aja udah seneng kok' ya walaupun hasrat ingin jadi pacar pasti ada haha tapi ya tahan aja lah ini kan cinta masa SMA, pasti nanti pas kuliah ada kok penggantinya, walaupun saat ini gue mikirnya gaakan ada yg bisa gantiin dia. Tapi nyatanya pas SMP gue pun begitu, mikirnya 'kayaknya gue gabakal suka sama yg lain selain vando, kayaknya bakal gabisa move on' tapi nyatanya? Gue bisa suka sama dia dan ga stuck.
No comments:
Post a Comment